Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan sambutan sekaligus meluncurkan Sukuk Tabungan Seri ST-001 Tahun 2016 pada Jumat (19/08), di Aula Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta. Ada tujuh keuntungan berinvestasi pada sukuk tabungan, tabungan investasi yang ditujukan bagi orang perseorangan Warga Negara Indonesia (WNI).

Ketujuh keuntungan tersebut yaitu pertama, aman, karena pembayaran imbalan dan nilai nominal dijamin penuh oleh negara. Kedua, tingkat imbalan yang lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ketiga, imbalan sukuk tabungan bersifat tetap (fixed coupon) dan dibayarkan setiap bulan. Keempat, dengan berinvestasi pada sukuk tabungan, masyarakat telah turut berpartisipasi dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

Kelima, instrumen investasi ini sesuai dengan prinsip syariah dan turut mendukung perkembangan pasar keuangan syariah dalam negeri. Keenam, tersedia fasilitas pencairan sebelum jatuh tempo (early redemption).

Terakhir, sukuk tabungan merupakan instrumen investasi yang terjangkau. Satuan pembeliannya yang rendah, yaitu minimun Rp2 juta. “Ini lebih rendah dari Sukri (Sukuk Negara Ritel), yang minimum pembeliannya Rp5 juta,” jelas Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Robert Pakpahan sesaat sebelum peluncuran Sukuk Tabungan Seri ST-001.